Garut – Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (PERSIS) Kabupaten Garut melalui Bidang Garapan (Bidgar) Pendidikan kembali menegaskan kesiapannya menyongsong Tahun Ajaran 2026–2027 dengan sukses menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Daurah Asatidzah Implementasi Kurikulum Khas PERSIS Tahun 2026. Kegiatan lanjutan ini berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Pesantren Persatuan Islam 212 Kudang, Wanaraja, Garut, sebagai penyempurnaan agenda yang sebelumnya sempat tertunda karena musibah wafatnya Allahuyarham H. Atep Aminudin Aziz pada beberapa waktu yang lalu pada 30 Mei 2026.

Pelatihan ini menjadi tahapan strategis dalam memastikan seluruh satuan pendidikan PERSIS di Kabupaten Garut memiliki pemahaman yang utuh mengenai implementasi Kurikulum Khas PERSIS 2026. Para peserta merupakan perwakilan guru dan pengelola pendidikan dari pesantren serta sekolah PERSIS yang diproyeksikan menjadi trainer internal di lembaga masing-masing.

Selama dua hari satu malam pelaksanaan pada sesi kedua ini, peserta memperoleh penguatan menyeluruh yang menguatkan materi-materi sebelumnya, mulai dari keteladanan ibadah, analisis konteks satuan pendidikan, penyusunan visi, misi, dan tujuan sekolah, perancangan struktur kurikulum, penyusunan kalender pendidikan, implementasi kurikulum pada berbagai mata pelajaran sesuai jenjang pendidikan, evaluasi dan pengembangan kurikulum, hingga materi ideologisasi pendidikan PERSIS, manajemen interaksi digital, kompetensi peradaban, serta penyusunan Rencana Tindak Nyata (RTN) sebagai bentuk komitmen implementasi di masing-masing lembaga.

Format acara pun dibagi menjadi dua: ada yang gabungan dan ada juga melalui pembagian kelas sesuai kelompok bidang dan jenjang pendidikan.

Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber dan fasilitator yang berkompeten, di antaranya Dr. H. Gungun Abdul Basit, M.Ag., Dr. Pepen Irfan Fauzan, M.Hum., Drs. H. Rahman Jaenudin, M.Pd.I., H. Ena Sumpena, M.Pd.I., Iwan Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., Drs. Dede Mulyana, M.Pd., Febi Dundun Abdullah, S.Pd.I., M.Pd., Heri Mulyadi, S.H.I., M.Pd., Ida Siti Farida, M.Pd., serta Naufal Al-Zahra, S.Pd., Gr.

Perwakilan Bidgar Pendidikan PD PERSIS Garut, Dede Mulyana, M.Pd dan Iwan Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., kompak menegaskan bahwa TOT ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan ikhtiar membangun kesamaan visi seluruh insan pendidikan PERSIS dalam mengimplementasikan kurikulum yang berorientasi pada pembentukan Profil Santri PERSIS yang beradab, berpikir kritis, berilmu, dan siap berdakwah di tengah tantangan zaman. Program ini juga merupakan tindak lanjut dari rangkaian sosialisasi serta persiapan implementasi Kurikulum Khas PERSIS yang telah dilakukan sejak awal tahun 2026.

Dengan berakhirnya kegiatan TOT Daurah Asatidzah yang total diadakan selama 3 har du malam ini, PD PERSIS Garut menyatakan kesiapan mendampingi, mengarahkan sekolah atau pesantren PERSIS di Garut yang akan menerapkan kurikulum khas PERSIS untuk memasuki Tahun Ajaran 2026–2027. Para trainer yang telah dibekali akan menjadi ujung tombak dalam mendampingi implementasi kurikulum di masing-masing pesantren dan sekolah, sehingga penerapan Kurikulum Khas PERSIS dapat berjalan secara seragam, sistematis, dan tetap menjaga karakter pendidikan PERSIS.

Melalui langkah ini, Bidgar Pendidikan PD PERSIS Garut optimistis banyak lembaga pendidikan PERSIS di Kabupaten Garut mampu menghadirkan proses pembelajaran yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam pembinaan akidah, ibadah, akhlak, kepemimpinan, dan peradaban Islam, sebagai bekal melahirkan generasi santri yang siap memberikan kontribusi terbaik bagi umat, bangsa, dan jam’iyyah. Hal ini diamini juga oleh Mudir ‘Am PPI 212 Kudang Wanaraja: Ir. Ma’mun Samsudin yang menyampaikan kesan dan pesan serta apresiasi luar biasa di akhir acara atas nama tuan rumah penyelenggara kegiatan serta permohonan maaf untuk segala kekurangan pelayanan selama kegiatan.