Sabtu, 26 Agustus 2023 Markaz Khidmat Al-Qur`an wa Al-Sunnah (MKQS) menyambut santri baru. Tepat pukul 8.00 WIB santri baru MKQS ini disambut Mudir MKQS Unit Bahasa yaitu ustadz Irwan Kurniawan, Lc., dan Mudir ‘Am MKQS yaitu KH. Husen Zaenal Muttaqin, Lc., M.Pd.I. Santri baru yang berjumlah 18 tersebut terlihat sangat bersemangat. Mereka diantar oleh orang tua, bahkan saudara-saudaranya pun ikut.
Penyambutan ini juga sekaligus pembukaan Kegiatan belajar mengajar di MKQS Unit Bahasa. Ustadz Husen selaku Mudir ‘Am menyambut hangat para santri dan orang tua. Dosen STAIPI Garut ini pun menyebutkan bahwa Markaz ini merupakan program pendidikan yang lebih fokus pada bahasa. “Harapannya program ini dapat mendampingi perguruan tinggi supaya lebih berkualitas .Di samping itu, pendidikan di Markaz ini merupakan diantara bagian mencetak generasi/ kader ulama-ulama untuk masa depan yang lebih baik,” jelas pria yang juga Ketua Bidang Garapan Dakwah Pimpinan Daerah Persatuan Islam kabupaten Garut..
Pada momen yang sama Ustadz Irwan menjelaskan sekilas program Markaz Unit Bahasa. Mudir Markaz yang bertempat di Istiqomah Copong ini memaparkan bahwa pembelajaran ini berlangsung selama satu tahun. 2 bulan pertama santri masih diperbolehkan untuk bicara berbahasa Indonesia. Namun setelah 2 bulan santri wajib menggunakan bahasa Arab sebagai bahasa sehari-,hari mereka. “Hal ini bertujuan untuk menunjang keberhasilan santri dalam memahami serta melatih kefasihan berbahasa Arab. Hal ini sebagaimana testimoni keberhasilan angkatan pertama yang sukses hingga mereka fasih bicara berbahasa Arab,” ujaar ustadz Irwan.
Selain pembelajaran bahasa Arab, di Unit Istiqomah juga ada pembelajaran Akidah, Adab, Fikih, Tahsin, dan Tahfidz. Semua pembelajaran ini berlangsung dengan menggunakan bahasa Arab. Dengan demikian perkuliahan berbahasa Arab tidak hanya untuk mata kuliah bahasa.
Dalam penutupan sambutannya Mudir ‘Am mengapresiasi penuh kepada orangtua/wali santri. Keberhasilan belajar santri tidak lepas dari dukungan orang tua dan wali. “Kami berterima kasih kepada bapak dan ibu yang telah mendukung putrinya untuk belajar. Bapak dan ibu harus bekerja sama dengan kami di Markaz untuk menyukseskan pembelajaran. Hal itu dilakukan dengan mematuhi aturan-aturan serta kesepakatan selama santri melaksanakan pembelajaran selama satu tahun in,” ungkap anggota Dewan Hisbah Persatuan Islam ini. (Ai Irma).