Garut, Jum’at 12 Dzulhijjah 1447 H / 29 Mei 2026 M-Siang_
Suasana khidmat dan penuh keharuan menyelimuti pelaksanaan Daurah Asatidz dan Training of Trainers (TOT) Kurikulum Khas Persis yang berlangsung di lingkungan Pesantren Persis 212 Kudang. Kegiatan yang sedianya menjadi ruang penguatan kompetensi guru dan kader pendidikan Persatuan Islam tersebut terpaksa dihentikan sementara sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Pimpinan Pesantren Persis 212 Kudang Wanaraja sekaligus tokoh dan Bendahara Persis Garut, H. Atep Aminudin Aziz.

Peristiwa ini menjadi sangat mengharukan karena hanya beberapa jam sebelum kabar duka tersebut datang, Allahuyarham masih hadir dan memberikan sambutan resmi mewakili tuan rumah. Dengan penuh semangat dan ketulusan, beliau menyampaikan harapan agar kegiatan daurah menjadi sarana penguatan kualitas pendidik Persis dalam menghadapi tantangan pendidikan umat yang semakin kompleks. Namun takdir Allah berkehendak lain. Kabar wafatnya beliau datang di tengah berlangsungnya agenda daurah, mengubah suasana kegiatan yang semula penuh semangat menjadi duka mendalam.
Mengutamakan Adab dan Penghormatan
Panitia bersama peserta, narasumber, dan unsur Pimpinan Daerah yang berkaiatan memandang bahwa penghentian sementara kegiatan merupakan langkah yang paling bijaksana dan sesuai dengan nilai-nilai adab, ukhuwah, dan penghormatan terhadap jasa Allahuyarham yang sangat besat terhadap jam’iyyah Persis.
Keputusan tersebut diterima dengan penuh pengertian oleh seluruh peserta. Bahkan banyak peserta menilai bahwa penghormatan terhadap jasa dan pengabdian Allahuyarham merupakan bagian dari pendidikan karakter yang nyata, yang nilainya tidak kalah penting dibanding materi yang sedang dipelajari.

Daurah Tidak Berhenti, Hanya Dijeda
Meski dihentikan sementara, semangat penguatan mutu pendidikan Persis tetap menyala. Setelah dilakukan koordinasi intensif antara Pimpinan Daerah Persis Garut, Bidang Pendidikan PD Persis Garut, panitia pelaksana, serta pihak tuan rumah yaitu Pesantren Persis 212 Kudang, disepakati bahwa kegiatan Daurah Asatidz dan TOT Kurikulum Khas Persis akan dilanjutkan kembali pada tanggal 27–28 Juni 2026 di tempat yang sama.
Agenda lanjutan tersebut akan difokuskan untuk menuntaskan seluruh sesi yang sempat terhenti, sehingga target peningkatan kompetensi peserta tetap dapat tercapai secara utuh dan berkualitas. Keputusan melanjutkan kegiatan di lokasi yang sama juga memiliki makna simbolis yang kuat. Selain mempertimbangkan aspek teknis dan kesiapan panitia, langkah tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap komitmen Allahuyarham yang pada awal kegiatan telah menyambut para peserta dan mendukung penuh terselenggaranya daurah tersebut.
Melanjutkan Warisan Pengabdian
Bagi keluarga besar Persis Garut, wafatnya H. Atep Aminudin Aziz merupakan kehilangan besar. Namun nilai-nilai pengabdian, kepemimpinan, dan komitmennya terhadap pendidikan diharapkan terus hidup melalui karya dan program yang beliau dukung selama ini.
Daurah Asatidz dan TOT Kurikulum Khas Persis yang akan kembali digelar pada 27–28 Juni 2026 bukan sekadar kelanjutan sebuah agenda pelatihan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ikhtiar bersama untuk meneruskan cita-cita penguatan pendidikan Persis yang selama ini diperjuangkan oleh Allahuyarham. “Kegiatan boleh tertunda karena duka, tetapi semangat membangun pendidikan umat tidak boleh berhenti. Melanjutkan daurah ini adalah bagian dari melanjutkan jejak pengabdian beliau,” demikian semangat yang mengemuka dari hasil koordinasi seluruh unsur penyelenggara.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal saleh Allahuyarham, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin.
Garut, 07 Juni 2026
Rep_Bidgar Pendidikan
PD. Persis Kab. Garut
