Garut, 26 Sya’ban 1447 H / 14 Februari 2026 _ Siang
Bidang Garapan (Bidgar) Pendidikan Pimpinan Daerah (PD) Persis Garut sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kurikulum Khas Persis Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Rusunawa IAI Persis Garut, Sabtu (14/2). Kegiatan ini menjadi momentum strategis penguatan arah pendidikan di lingkungan Jam’iyyah Persis, khususnya di Kabupaten Garut.

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Bidgar Tarbiyah PP Persis, D. H. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum, Sekretaris Bidgar Tarbiyah, Dr. H. Pepen Irfan Fauzan, M.Hum, serta sejumlah unsur pimpinan lainnya. Turut hadir Ketua PD Persis Garut, Dr. H. Gungun Abdul Basit, M.Ag, beserta jajaran Bidang Pendidikan PD Persis Garut.
Garut Miliki Sekitar 30 Lembaga Pendidikan Persis
Dalam sambutannya, Ketua PD Persis Garut menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 30 lembaga pendidikan pesantren di bawah naungan Jam’iyyah Persis di Kabupaten Garut. Lembaga tersebut menyelenggarakan pendidikan mulai dari tingkat TK, MD, SDIT, SMP/MTs, SMA/MA hingga SMK.
Beliau menyambut baik terselenggaranya sosialisasi kurikulum khas Persis di Garut, mengingat kontribusi besar daerah ini terhadap perkembangan pendidikan Persis selama ini. Ia berharap kurikulum baru ini dapat semakin memperkuat identitas dan kualitas pendidikan di lingkungan Persis.
Respons terhadap Kebijakan Pemerintah
Sementara itu, Sekretaris Bidgar Tarbiyah, Dr. H. Pepen Irfan Fauzan, M.Hum, yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Nasional, memaparkan sejumlah kebijakan pemerintah di bidang pendidikan. Ia menekankan peluang bagi anggota Jam’iyyah Persis yang ingin mendirikan satuan pendidikan baru, khususnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yang dinilai memiliki proses dan persyaratan relatif lebih mudah.Paparan tersebut membuka wawasan peserta mengenai strategi pengembangan kelembagaan pendidikan Persis yang adaptif terhadap regulasi nasional.
Kurikulum Khas Persis 2026: Adaptif dan Bertahap
Ketua Bidang Tarbiyah PP Persis, D. H. Tiar Anwar Bachtiar, M.Hum, menjelaskan bahwa lahirnya Kurikulum Khas Persis 2026 merupakan respons atas perkembangan zaman, tuntutan masyarakat, serta kebutuhan internal jam’iyyah.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa implementasi kurikulum ini tidak serta-merta mengubah tatanan pesantren yang telah berjalan. Penerapan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga karakter dan tradisi pendidikan Persis.
Antusiasme 90 Insan Pendidikan Persis
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh H. Bubun Farhabun, M.Pd, selaku perwakilan PW Persis Jawa Barat. Sosialisasi diikuti oleh lebih dari 90 peserta yang terdiri dari Ketua dan staf Bidang Pendidikan Persis Garut, para mudir dan wakil mudir bidang kurikulum, serta unsur pimpinan satuan pendidikan tingkat TK, MD, SDIT, SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK se-Kabupaten Garut.
Suasana kegiatan berlangsung penuh antusiasme dan keseriusan, namun tetap hangat dengan selingan diskusi dan candaan konstruktif. Para narasumber memaparkan secara komprehensif visi dan misi pendidikan Persis yang diturunkan hingga Standar Kompetensi Lulusan (SKL), serta Profil Pelajar Persis yang menekankan karakter beradab, berdakwah, dan berpikir kritis.
Selain itu, dijelaskan pula program-program unggulan seperti Daurah Santri, Qayyimul Masjid, Gerakan Kebersihan, dan sistem mentorship sebagai instrumen konkret pembinaan karakter.
Titik Awal Kebangkitan Pendidikan Persis.
K egiatan ini dinilai sebagai titik tolak kebangkitan pendidikan Jam’iyyah Persis yang dalam dua dekade terakhir dinilai mengalami stagnasi sejak 2006. Sosialisasi Kurikulum Khas Persis Tahun 2026 diharapkan menjadi fondasi pembaruan yang terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan PD Persis Garut Sukses Gelar Sosialisasi Kurikulum Khas Persis Tahun 2026.
Rep_Bidgar PendidikanPDPersisGarut_
