Garut, Rabu 25 Dzulqodah 1447 H / 13 Mei 2026 _ Siang
Dalam rangka mempersiapkan implementasi Kurikulum Khas Persis Tahun 2026 pada Tahun Ajaran 2026–2027, Bidang Garapan Pendidikan PD Persis Garut menggelar Rapat Koordinasi yang diikuti oleh para-Mudir ‘Am pesantren Persis se-Kabupaten Garut, Rabu (13/5). Kegiatan ini dihadiri oleh 29 peserta sebagai representasi pimpinan lembaga pendidikan Persis dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut.
Rapat ini menjadi langkah awal konsolidasi sekaligus penguatan komitmen seluruh satuan pendidikan Persis dalam menyongsong penerapan kurikulum khas Persis secara lebih sistematis, terarah, dan seragam. Fokus utama rapat ini adalah penyampaian agenda strategis Training of Trainers (TOT) Daurah Asatidzah, yang dirancang untuk menyiapkan tim trainer inti dari setiap pesantren Persis sebagai motor penggerak implementasi kurikulum di lembaga satuan pendidikan masing-masing.

Dalam sambutannya, Ketua PD Persis Garut, Dr. H. Gungun Abdul Basit, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan pesantren yang telah memberikan dukungan penuh dengan mengizinkan para asatidz untuk aktif berkhidmat dan mewakafkan diri dalam agenda-agenda jam’iyyah.
Beliau juga memaparkan besarnya potensi pendidikan Persis di Kabupaten Garut. Saat ini terdapat hampir 70 lembaga pendidikan formal tingkat SD/MI, MTs/SMP, dan MA/SMA/SMK yang tersebar di 19 kecamatan, belum termasuk sekitar 60 Madrasah Diniyah serta 50 lembaga TK/RA yang dikelola oleh Persistri.
“Jika seluruh jenjang tersebut dihimpun, jumlah santri Persis di Kabupaten Garut diperkirakan mencapai 12 ribu santri, baik pada jalur pendidikan formal maupun nonformal. Ini adalah potensi besar yang harus dikelola dengan visi yang kuat dan sistem pendidikan yang terarah,” ungkapnya.

Pada sesi inti kegiatan, Ketua Bidang Garapan Pendidikan PD Persis Garut, Iwan Ridwan, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa agenda utama pasca-rapat koordinasi adalah pelaksanaan Training of Trainers (TOT) Daurah Asatidzah Kurikulum Khas Persis, yang akan menjadi tonggak penting dalam kesiapan teknis implementasi kurikulum di seluruh pesantren Persis Kab. Garut.
Program ini dirancang untuk melibatkan empat orang peserta dari setiap pesantren, yang nantinya akan diproyeksikan sebagai trainer internal lembaga dalam mendampingi proses adaptasi, pemahaman, dan pelaksanaan Kurikulum Khas Persis secara berkelanjutan. TOT akan dilaksanakan selama tiga hari dua malam, pada tanggal 29–31 Mei 2026, bertempat di Pesantren Persatuan Islam 212 Kudang Wanaraja.
Dalam pemaparannya, Iwan Ridwan yang juga merupakan pengawas madrasah Kementerian Agama Kabupaten Garut menegaskan bahwa pelaksanaan TOT akan berpedoman penuh pada regulasi jam’iyyah, sehingga seluruh satuan pendidikan Persis memiliki pemahaman yang utuh dan arah yang seragam dalam menerjemahkan nilai, tujuan, serta strategi pembelajaran dalam Kurikulum Khas Persis. Ia juga menekankan pentingnya internalisasi Profil Santri Persis sebagai ruh utama pendidikan di lingkungan Persis.
“Setiap lembaga harus memiliki kesadaran yang sama bahwa pendidikan Persis bukan sekadar transfer ilmu, tetapi juga proses pembentukan karakter, fikrah, dan kepribadian kader yang utuh. Karena itu, para trainer yang disiapkan melalui TOT ini akan menjadi ujung tombak dalam memastikan ruh kurikulum benar-benar hidup dalam praktik pendidikan di setiap pesantren,” tegasnya.
Melalui kegiatan Rapat Koordinasi ini, Bidang Garapan Pendidikan PD Persis Garut berharap implementasi Kurikulum Khas Persis Tahun 2026 dapat berjalan optimal pada Tahun Ajaran 2026–2027, sekaligus memperkuat identitas pendidikan Persis dalam membina generasi santri yang beradab, berpikir kritis dan berdakwah serta siap menjawab tantangan zaman dengan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan jam’iyyah Persatuan Islam.
Rep_BidgarPendidikanPDGarut_
