PD. Persis Garut Sukses Adakan Pembekalan Khutoba ‘Idul Fithri 1446 H.

Garut 19 Maret 2025 – Siang

Pada Bulan Raamadhan yang penuh berkah ini, Pimpinan Daerah Persatuan Islam (PD Persis) Kabupaten Garut kembali melaksanakan Pembekalan Khutoba ‘Idul Fitri 1446 H . Acara yang diselenggarakan untuk meningkatkan kualitas khatib ini berlangsung dengan penuh hikmah dan dipandu oleh tokoh-tokoh ulama yang berpengalaman di bidang dakwah.

Pembukaan oleh Ketua PD Persis Garut. Acara dimulai dengan penuh khidmat, langsung dibuka oleh Ketua PD Persis Kabupaten Garut Al-Ustad Dr. H. Gun gun Abdul Basit, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya acara ini sebagai sarana untuk mempersiapkan para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada umat Islam saat melaksanakan khutbah Idul Fitri.

“Khutbah Idul Fitri bukan hanya tentang menyampaikan pesan, tapi bagaimana pesan tersebut menyentuh hati dan memberikan dampak positif bagi para jamaah. Untuk itu, persiapan dan pembekalan seperti ini sangat diperlukan,” ujar Al-Ustad Dr. Gun gun Abdul Basit dengan penuh semangat.

Beliau juga mengingatkan betapa khutbah Idul Fitri adalah momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan mempertegas nilai-nilai taqwa setelah sebulan penuh umat menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Sesi Pertama: Materi oleh Ketua Bidang Garapan Dakwah
Materi pertama dibawakan oleh Al-Ustad H. Husen Zainal Mutaqin, Lc, M.Pd.I , yang juga merupakan Ketua Bidgar Dakwah sekaligus anggota Dewan Hisbah PP Persis. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya khutbah yang berbobot, tidak hanya dari segi konten namun juga cara penyampaian yang efektif.

“Seorang khatib harus menguasai tiga hal utama: pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur’an dan Hadis, relevansi tema khutbah dengan kondisi umat, serta retorika yang mampu memengaruhi hati jamaah,” ungkapnya.

Beliau juga memberikan tips praktis untuk menyusun khutbah yang ringkas, namun tetap penuh makna dan inspiratif. Selain itu, Ustad Husen mengajak para peserta untuk selalu mendasarkan khutbah pada dalil-dalil yang shahih serta menyisipkan pesan moral yang relevan dengan kehidupan umat Islam saat ini.

Sesi Kedua: Panduan Praktis oleh Drs. Yayat Ruhiyat
Sesi kedua diisi oleh Drs. Yayat Ruhiyat , yang memberikan panduan praktis dalam penyampaian khutbah berupa ametodologi Dakwah dan Cerama seorang dai. Dengan pengalamannya yang luas di bidang dakwah, beliau membuat makalah pentingnya kemampuan komunikasi yang efektif bagi seorang khatib.

“Khatib adalah jembatan antara ilmu dan umat. Jadi, tugas kita bukan hanya menyampaikan ilmu, tetapi juga membuat jamaah merasa terhubung secara emosional dengan pesan yang kita sampaikan,” tulis Al-Ustad Drs. H. Yayat Ruhiyat.

Beliau juga membuat makalah simulasi singkat terkait cara berdiri, intonasi suara, hingga gerak tubuh yang sesuai untuk membangun kharisma dan kepercayaan jamaah. Peserta terlihat sangat antusias dan aktif bertanya selama sesi ini berlangsung.

Pada Kesempatan yang sama, hadirs juga pemateri pertama yaitu Anggota DPR RI, Muhammad Haeruudin Amin, S.Ag, MH., menghadiri acara Pembekalan Khutoba ‘Idul Fitri yang diselenggarakan oleh PD Persis. Dalam kesempatan tersebut, beliau menyampaikan materi bertema Islam dan Kebangsaan , menekankan pentingnya peran umat Islam dalam menjaga persatuan dan harmoni di tengah keberagaman bangsa. Haeruudin Amin mengajak para khatib untuk menjadikan khutbah Idul Fitri sebagai sarana memperkuat nilai-nilai kebangsaan yang sejalan dengan ajaran Islam. Kehadiran beliau memberikan motivasi besar bagi para peserta untuk mengintegrasikan dakwah dengan semangat cinta tanah air. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara agama dan kebangsaan.

acara Pembekalan Khutoba ‘Idul Fitri penutupan dengan Tausiyah Inspiratif dan Menggugah
Sebagai penutup, acara ditutup dengan tausiyah inspiratif dari Ketua Penasehat PD Persis, Drs. KH. Ena Sumpena, M.Pd.I . Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan para khatib untuk selalu ikhlas dalam berdakwah, Istiqomah dalam berdakwah karena Allah-lah yang akan memberi keberkahan kepada setiap usaha kita dalam menyampaikan kebenaran.

“Kunci keberhasilan khutbah adalah keikhlasan. Jangan pernah niatkan khutbah untuk mendapatkan pujian manusia, tapi niatkan untuk mencari ridha Allah semata,” pesan Drs KH. Ena Sumpena, M.Pd,I yang disampaikan dengan penuh kelembutan.

Beliau juga menekankan bahwa setiap khatib harus menjadi teladan bagi jamaahnya, baik dalam perbuatan maupun perkataan. Tausiyah ini memberikan motivasi besar bagi para peserta untuk terus memperbaiki kualitas diri sebagai seorang dai.

Acara ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari khatib-khatib muda maupun senior dari berbagai wilayah dan Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Para peserta merasa mendapatkan wawasan baru dan merasa lebih siap untuk menjalankan tugas mereka sebagai khatib pada saat Idul Fitri nanti. Salah satu peserta, Ustad Jujun dari PC bungbulang, menyampaikan kesannya, “Acara ini sangat bermanfaat, materi-materinya luar biasa dan menginspirasi. Semoga acara seperti ini terus diadakan setiap tahunnya.”

Acara pembekalan ini tidak hanya menjadi momentum untuk mempersiapkan khatib Idul Fitri, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat sinergi antara PD Persis Kabupaten Garut dengan para dai dalam menyebarkan nilai-nilai Islam. Harapan besar pun disematkan agar khutbah-khutbah yang disampaikan di Hari Raya dapat menjadi media dakwah yang efektif dalam mempererat ukhuwah dan menanamkan nilai-nilai Islami di hati umat.

Dengan berlangsungnya acara ini, PD Persis Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam membina dan meningkatkan kualitas dakwah, khususnya di momen penting seperti Idul Fitri. Semoga acara ini menjadi ladang pahala dan membawa keberkahan bagi kita semua. Aamiin.

Rep – Abu Hanifah – Red